Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Cerita Dewasa Srigala Lapar akan Anal dan Puki Lendir 6

 Tradingan.com - Pak Anggoro mengikuti tanganku, menyusupkan tangannya memeluk tubuhku. Pagutan kami menjadi lebih intim. Dan terdengar desahan-desahan kecil keluar dari mulut-mulut kami. Tanganku meremas punggungnya. Tangan Pak Anggoro mengelus punggungku. Kutempelkan payudaraku ke dada berbulu Pak Anggoro. Tiba-tiba terdengar bel di pintu. Pak Anggoro bangkit menghampiri. Kulihat seorang petugas dengan seragam dinasnya menyerahkan bungkusan besar dalam tas kantong yang cantik dan secarik kertas tanda pengiriman barang pada Pak Anggoro. Setelah ditandatanganinya lembar kertas pengiriman itu, dia raih bungkusan besar tersebut dan beranjak mendekatiku.



“Maaf Bu Adit, ini bukannya apa-apa. Saya hanya memperkirakan bahwa Bu Adit perlu ganti gaun setelah gaun yang kemarin lecek Ibu pakai. Coba lihat Bu. Mudah-mudahan pas buat Ibu”.
Ini merupakan bagian dari sedemikian hebatnya Pak Anggoro menghargaiku. Semua detail ia pikirkan. Rasanya kalau aku tolak akan mengurangi kebahagiaannya. Dengan hati-hati dan ucapan terima kasih, kuterima bungkusan dalam tas kantong cantik itu. Aku buka kertas bungkusnya. Aku temukan dos besar dengan tulisan tanda logo Oscar Lawalatta Fashion. Ah, bukan main wawasan Pak Anggoro pada trend mode yang disukai ibu-ibu seusiaku. Aku pandang Pak Anggoro dengan senyum bahagiaku. Kemudian dos itu aku buka. Sungguh surprise bagiku. Ini sungguh luar biasa. Sutra Obin dalam jahitan “houture couture” Oscar Lawalatta. Sungguh luar biasa bagiku. Aku langsung memperkirakan harga gaun seperti ini. Paling tidak 5 juta rupiah Pak Anggoro telah membelanjakannya pada rumah fashion si Oscar. Kulihat, tidak lupa juga nampak bungkusan yang lebih kecil, pakaian dalam sutra pula berikut celana dalam dan BH-nya. Aku tidak dapat menyembunyikan kegembiraanku. Kucium Pak Anggoro di bibirnya. Kusampaikan kekagumanku. Dan ukuran gaun itu, yang ternyata pas dengan ukuranku, M, medium.

Untuk menyenangkan hatinya, kuambil dan kurentang gaun Oscar itu. Terdiri dari 2 potong, rock & blus. Sutra Obin, yang demikian lembutnya, dengan pola kembang berwarna hijau lumut dan ungu menyebar pada latar kain berwarna merah muda. Oscar yang terkenal dengan gaya sedikit liar, dimana bagian bawah sengaja diekspresikan bebas menampilkan bahan baku yang indah dari Obin, membuat gaun itu sangat berkarakter. Aku senang dengan hal-hal yang berkarakter seperti ini. Setelah kupantas-pantaskan di depan cermin rias, aku pamerkan pada Pak Anggoro. Dengan selera humor yang kumiliki, aku bergaya bak peragawati di atas catwalk-nya. Kami berdua tertawa terbahak penuh ceria dan bahagia di pagi itu. Sekali lagi kami saling merangkul dan berpagut. Aku tahu, Pak Anggoro masih ingin menikmati tubuhku. Ciumannya melepas nafsu birahinya dan tangannya menggerayang melepasi kancing-kancing baju Oscarku. Tali-talinya dilepaskan dari ikatannya.

Dengan senang hati kuserahkan tubuhku untuk dinikmatinya. Aku masih tetap tawanannya dan aku akan melayaninya hingga dia benar-benar merasakan kepuasannya secara total. Aku menyelinapkan tanganku ke celana dalamnya. Dan kini kontolnya yang hangat ada dalam genggamanku. Dia menuntunku ke sofa besar. Aku dipangkunya. Pak Anggoro melepas ikatan kimononya sendiri hingga kami sama-sama setengah telanjang, hanya menyisakan celana dalam kami. Wajahnya langsung tenggelam ke ketiakku. Dia jilat dan lumat-lumat ketiakku. Kemudian merambat ke buah dadaku berikut puting-putingnya. Aku mulai menggelinjang. Birahi segera merambati tubuhku. Apalagi saat bulu-bulu tubuh Pak Anggoro kembali menyentuh bagian-bagian tubuhku.

Aku pasrah menerima serangan ciuman dan jilatan di seluruh tubuhku. Kubiarkan Pak Anggoro betul-betul seakan melahap tubuhku. Aku meraba, mengelus dan memijit kontolnya yang semakin mengencang dan membesar. Juga aku meraba bagian peka tubuhnya yang lain. Tangan kananku mencoba meremas bokongnya yang gempal itu. Jari-jari tanganku mencoba merambat ke analnya. Kuraba, bulu-bulu analnya sangat lebat hingga merimbuni lubang analnya. Ingin rasanya aku menikmati aroma wilayah ini. Aku mendesah. Pak Anggoro merebahkan tubuhnya ke sofa sambil menarik tubuhku yang membelakanginya. Kemudian dia raih kaki kananku ke atas.  Wajib baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia