Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Cerita Mesum Srigala Lapar akan Anal dan Puki Lendir 1

 Aopok.com - Kisah ini adalah merupakan lanjutan rangkaian pengalamanku sebagaimana yang telah kuceritakan dalam Serigala Lapar, Trilogi 1: The Clan, yang mengungkapkan bahwa selama ditinggal suamiku tugas ke luar kota, ada temannya yang menjadikanku sebagai istri yang suka menyeleweng, dan penyelewenganku itu menjadi berantai. Dan kini aku sedang menghadapi teman-teman Mas Adit yang bak serigala lapar yang berusaha untuk bisa membawaku ke tempat tidur.


Semuanya ingin merasakan bercumbu denganku. Dari Rendi, kemudian beralih ke Burhan dan Wijaya, kemudian Basri petugas Satpam yang suka mengantar Mas Adit suamiku. Aku tak bisa mengelak, karena aku takut kalau di antara mereka ada yang kecewa dan kemudian melaporkanku pada suamiku. Tetapi kuakui bahwa semua hal yang berlangsung itu kulakukan dengan penuh kesadaran dan bahkan kunikmati.

Pada malam setelah Basri si Satpam yang terpaksa kuterima untuk menyetubuhiku di atas ranjang pengantinku, aku akhirnya jatuh tertidur pulas kelelahan. Pukul 9 pagi esoknya, terdengar tukang koran membangunkanku. Dia menagih rekening bulanan koranku. Dengan daster tidur, aku keluar menemuinya dan kusodorkan bayarannya. Kemudian aku mandi dengan air panas hingga kesegaranku pulih kembali.

Mas Adit akan pulang ke Jakarta 2 hari lagi. Mudah-mudahan aku sudah sepenuhnya segar dan tak ada sisa-sisa apapun yang bisa dibaca pada tubuhku atau mengundang kecurigaan akan penyelewenganku. Pukul 10.30 setelah sarapan pagi, aku menyempatkan diri menyiangi dan menyiram tanaman kembangku. Ini merupakan acara rutinku dalam rangka mengisi kegiatan di rumah. Sekitar pukul 12 siang, setelah mengurus tanaman, terasa perutku sangat lapar. Dari lemari es kuambil persediaan sirloin steak 200 gram di chiller. Dalam 20 menit aku sudah menghadapi seporsi besar steak lengkap dengan tumis buncis dan kentang goreng. Dengan penutup orange juice dan segelas besar air mineral, aku makan besar siang ini hingga kekenyangan. Kubaca koran pagi yang belum sempat kubuka lembaran-lembarannya.

Pukul 3 siang, tetanggaku, Bu Tommy mampir ke rumahku untuk meminjam alat pemotong bunga. Di halaman, kami mengobrol tentang berbagai tanaman yang kurawat hingga selalu nampak sehat dan berbunga indah. Pada pukul 4 sore terdengar dering teleponku. Bu Tommy pamit, kemudian aku masuk mengangkat telepon itu.

“Selamat sore, Bu Adit”, kudengar suara bariton di ujung telepon.
“Masih ingat saya..,?”
Aku ingat, itu Pak Anggoro, boss di kantor suamiku. Ada apa ini? Pikiranku dipenuhi tanda tanya.
“Selamat sore Pak Anggoro, apa kabar?”.

“Baik, Bu. To the point saja ya. Ada dua hal yang ingin saya sampaikan, Bu”.
Aku langsung jadi deg-degan nih, ada apa. Tumben-tumbenan seorang boss besar seperti Pak Anggoro meneleponku, kok langsung berbicara serius seperti ini.
“Pertama, saya dapat laporan dari Pak Samin penjaga villa saya di Bogor”.
Degg, rupanya rahasiaku petualanganku dengan teman-teman suamiku terbongkar. Matilah aku, pikirku.
“Kedua, saya barusan menelepon Pak Adit”.
Wah, benar-benar celaka, kiamat, pikirku.
“Saya minta Pak Adit menyelesaikan tugasnya hingga mendapatkan Surat Ijin Prinsip dari Pak Bupati Kalimantan. Itu artinya Bu, Pak Adit baru bisa sampai Jakarta hari Rabu, 2 hari mundur dari rencananya yang harusnya Senin besok sudah pulang”.
Aku mencoba mencari kaitannya antara hal pertama dengan hal yang kedua. Ah, aku mulai curiga. Aku membaca ada tanda-tanda yang tidak benar dari Pak Anggoro. Rupanya serigala-serigala kelaparan terus berkeliaran mencari mangsanya. Wajib baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia