Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Cerita Mesum Srigala Lapar akan Anal dan Puki Lendir 5
Aopok.com - Seandainya saja karena kurang pengalaman dan pemahamannya, kemudian Pak Anggoro menuruti kemauan berontakku, pasti aku akan jatuh pada kekecewaan yang berkepanjangan. Bukankah kita sering mendengar, bahwa seorang istri baru bisa meraih orgasmenya pada saat dia diperkosa. Lelaki-lelaki kasar, penuh keringat dan debu telah memperkosanya. Semua perlawanannya sia-sia. Kontol lelaki itu dipaksakannya menembus kemaluannya. Dan pada saat kontolnya telah tenggelam dilahap vagina sang istri tersebut, dan sang pemerkosa mulai dengan kasarnya mengayun dan memompa kontolnya ke memeknya, baru sang istri tersebut mendapatkan kenikmatan yang tak terpana. Selanjutnya sang istri ketagihan. Tetapi suaminya tak pernah bisa memberikannya, walaupun suaminya tampan, bersih dan rapi. Tetapi tidak lagi mampu memicu birahi istrinya. Mungkinkah hal seperti itu juga mengidap pada diriku?
Pak Anggoro tidak menyelesaikan ciuman dan jilatannya hingga beliau mendekat ke pangkal pahaku. Dia lepas ikatan kimonoku. Dengan agak kasar dia balikkan tubuhku agar tengkurap. Dan dia merangkak diatasku. Dia menuju punggungku. Dia cengkeram bahuku. Dia gigit kudukku. Sekali lagi karena gelinjang birahiku, aku berusaha berontak. Untung saja tangan Pak Anggoro sangat kuat menjeratku. Ditindihnya aku dengan badannya yang berbobot 75 kg itu. Dan sedikit banyak hal itu telah membuatku benar-benar kesakitan dan menyesakkan nafasku.
Tetapi saat bibir dan lidah Pak Anggoro kembali melumat-lumat, hingga seluruh dataran serta lembah punggungku basah kuyup oleh ludahnya, segala siksaan tadi lenyap berubah menjadi nikmat birahi yang sangat kurindukan. Dengan terus merangsek tangan-tanganku agar tidak memberontak, ciuman dan jilatan Pak Anggoro melata ke pinggulku. Betapa tak tertahankan kegelianku. Di tempat ini, di pinggulku sedemikian banyak saraf-saraf peka birahiku. Aku hanya bisa berteriak mengaduh. Umpatanku tidak lagi muncul. Hanya teriakan karena deraan nikmat yang terus memenuhi kamar President Suite Pak Anggoro ini. Dan kembali kudapatkan sensasi erotik, saat tangan-tangan kuatnya membelah bukit pantatku disusul kemudian lidah Pak Anggoro menjilati duburku. Pak Anggoro yang boss besar kantor suamiku ini, kini sedang menjilati lubang pembuangan istri anak buahnya. Lidahnya yang besar dan panjang mencuci analku. Kerut-kerut analku di sedot-sedotnya. Lubang analku disedot-sedotnya. Kemudian aku ditunggingkannya agar lubang pantatku menjadi lebih terbuka hingga seluruh wajah Pak Anggoro mudah tenggelam ke dalamnya.
Aku sudah lelah menggeliat dan berteriak. Suaraku sudah parau. Aku hanya bisa menangis sekarang. Aku menangis karena rasa berjuta nikmat yang berbaur. Aku menangisi rasa nikmatku. Di sini aku mulai merasakan bahwa impianku akan hadir kembali. Rasa ingin kencing yang mendesak dari dalam vaginaku menandakan bahwa aku telah dekat dengan orgasmeku. Rasa ingin kencing itu terus menanjak. Aku seakan melihat dataran pasir yang empuk dan luas. Aku melihat kedamaian dan kelegaan birahi. Aku ingin mendarat di atasnya. Kurasakan kesempatan orgasmeku ini hadir semakin melaju menuju ambangnya. Kuisyaratkan pada Pak Anggoro. Aku menaikkan pantatku menjemput jilatan-jilatan lidahnya. Aku menaik-naikkan pantatku dan meregangkan kaki-kakiku menahan nikmat gatalnya memekku karena menahan keinginan kencingku. Pak Anggoro langsung memahaminya.
Artikel Terkait
Dia bangkit berdiri di belakang analku. Kontolnya yang keras lurus ke depan dia sodorkan ke bibir vaginaku. Kurasakan kontolnya melekat dan kemudian dengan sedikit dorongan yang berulang, kontolnya amblas ditelan vaginaku. Aku seperti akan pingsan menerima kenikmatan ini. Seperti anjing jantan pada betinanya, Pak Anggoro setengah berdiri memelukku dengan kontolnya menerjang memekku. Mulailah ayunan dan pompaan kontol Pak Anggoro keluar masuk ke kemaluanku. Aku menggoyang-goyang dan maju mundur mengimbangi iramanya yang sangat membuatku kegatalan di seputar vaginaku. Wajib baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...