Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Cerita Mesum Srigala Lapar akan Anal dan Puki Lendir 3
Tradingan.com - Kini irama percumbuan sudah berganti menjadi upaya intensif untuk secepatnya meraih puncak kenikmatan. Mulutku meracau hebat menahan derita dan sekaligus siksaan yang nikmat. Pantatku naik turun menjemput jari-jari Pak Anggoro agar lebih intens mengocok nonokku. Tangan kiriku meremas belikat dan ketiak Pak Anggoro yang penuh bulu. Dan Pak Anggoro dengan tenang dan dinginnya terus melahap dadaku, payudaraku, puting-puting payudaraku sekaligus jari-jari tangan kanannya merogoh liang vaginaku dan mengorek-orek saraf-saraf pekaku di dalamnya.
Tiba-tiba perasaan ingin kencing-ku hadir. Ini hebat sekali. Kami belum melepas selembar pakaianpun dari tubuh. Tanda-tanda aku akan kembali meraih orgasmeku dimulai dengan perasaan kencingku yang seperti ini. Seperti perasaan yang sama saat aku disetubuhi Rendi, Burhan, Wijaya dan Basri kemarin, rasa ingin kencingku ini sangat mendesak-desak datang dari dalam vaginaku. Mungkinkah aku akan meraih orgasme hanya dengan ciuman dan permainan jari-jari tangan Pak Anggoro?
Pak Anggoro sangat pengertian akan apa yang sedang berlangsung pada diriku. Dan beliau pasti juga sangat tahu bagaimana cara menyelesaikannya. Beliau biarkan tangan-tanganku yang liar mencubit dan mencakar-cakar tubuhnya. Beliau bebaskan aku untuk mendesah dan merintih sekeras-kerasnya. Beliau penuhi keinginanku akan jari-jarinya agar lebih menembus lagi dalam-dalam ke liang vaginaku. Beliau tingkatkan sedotan, ciuman dan jilatannya ke ketiakku, ke dada ranumku, ke payudaraku, ke puting-putingku. Dan aku kini bak kuda betina yang penuh kelaparan dan kehausan.
Sampai dengan saat, yang pada akhirnya, orgasmeku datang, kuangkat pantatku tinggi-tinggi. Kakiku bergerak kesana kemari merangsek apapun yang bisa kujadikan tempat pijakan agar cairan birahiku bisa tumpah tanpa hambatan. Tangan kananku meraih, meremas dan nyaris merobek kemeja Pak Anggoro. Aku berteriak sekeras-kerasnya dalam kamar President Suite yang sangat mewah dan kedap suara itu. Dan akhirnya, cairanku, cairan birahiku, air mani keperempuananku meledak, membanjir panas membasahi tangan-tangan Pak Anggoro, tanpa lagi ada yang mampu membendungnya.
Yang kuingat setelahnya hanyalah aku merasakan tubuhku diangkat ke kasur dan di telentangkannya dengan kaki-kakiku tetap terjuntai ke karpet kamar mewah ini. Kulihat sepintas Pak Anggoro menjilati tangan kanannya yang basah oleh cairan birahiku. Kemudian beliau membungkukkan tubuhnya, kepalanya dia benamkan ke selangkanganku dan tenggelam ke celana dalamku. Aku rasakan kemudian mulut Pak Anggoro menyedoti basahnya celana dalamku dan menjilati cairan-cairanku. Aku biarkan, sementara sambil menikmati derasnya cairan yang belum kunjung habis, terasa nonokku mengempot-empot memompa dan memeras cairanku agar keluar dengan tuntas. Aku menarik nafas panjang. Kumaklumi bahwa Pak Anggoro masih menapaki nafsunya dan masih jauh dari puncak kenikmatannya. Aku juga ingat kata seorang temanku bahwa perempuan seperti aku bukan tidak mungkin meraih orgasme secara berturut-turut berkesinambungan, multiple orgasm.
Artikel Terkait
Saat darahku sudah sedikit mereda, kesadaranku akan kehadiran Pak Anggoro telah pulih secara utuh, sementara aku yakin dengan kemungkinan multiple orgasm itu, kuraih bahu Pak Anggoro ke atas tubuhku. Kuraih tubuhnya agar menindih tubuhku. Kucoba kuraih celananya, kulepas ikat pinggang dan kancing-kancingnya. Pak Anggoro tahu keinginanku yang juga memang keinginannya pula. Dengan celananya yang masih setengah merosot hingga ke pahanya, dia mengeluarkan kontolnya dari celah celana dalamnya. Aku sempat sekilas melihatnya. Ukurannya tidak luar biasa. Biasa-biasa saja. Sedikit lebih kecil daripada kontol Basri tetapi yang pasti lebih besar daripada kontol Mas Adit suamiku. Kontol Pak Anggoro sangat tegang dan keras. Dalam usia beliau, mungkinkah dia menggunakan obat-obatan khusus agar kontolnya bisa ngaceng sebegitu rupa? Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...