Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Cerita Mesum Srigala Lapar akan Anal dan Puki Lendir 4
Iklans.com - Mulutku sengaja diam untuk menampung semua cairan kental yang tumpah ini. Pada kedutan yang ketujuh, mulutku sudah penuh. Aku menganga dan menunjukkannya pada Pak Anggoro. Dia meraih kepalaku, mengelus dan mencium sedikit bibirku. Dia menginginkanku menelan seluruh spermanya. Dan hal itu langsung kulakukan sekaligus untuk membasahi tenggorokanku yang selalu haus sperma ini.
Pak Anggoro langsung rubuh ke ranjang. Tangan-tangan dan pahanya terentang seluas ranjang King Size itu. Sepertinya aku sedang menyaksikan beruang putih yang kelelahan setelah menyetubuhi betinanya. Bulu-bulu dadanya itu, aku sedemikian terobsesinya, bahkan setelah orang ini menumpahkan demikian banyaknya lendir kontolnya ke mulutku.
Sementara Pak Anggoro masih tergolek, aku menyiapkan air panas untuk mandi. Kini jam menunjukkan pukul 10 malam. Kami telah berasyik masyuk tanpa jeda selama hampir 2 jam. Dan kepuasan orgasme yang telah kuraih, benar-benar karena pasanganku, Pak Anggoro yang sangat mengenal seninya bercinta. Dia sungguh menikmati setiap detail cinta yang kupersembahkan padanya. Entah itu berupa sentuhan, pijitan, kecupan, jilatan, sedotan dan gigitan yang telah kulakukan pada lembah dan bukit-bukit tubuhnya ataupun yang sebaliknya dia lakukan pada tubuhku.
Aku juga sangat kagum betapa semua ulahnya langsung mendongkrak saraf-saraf erotisku. Hanya dengan permainan jarinya pada klitoris serta dinding-dinding dalam vaginaku, Pak Anggoro telah melemparkanku ke langit kenikmatan yang sangat tinggi, hingga aku bisa meraih orgasmeku. Aku sangat puas. Aku jadi teringat Mas Adit. Kamu juga bisa Mas, pasti bisa kalau kamu tidak egois. Aku sudah membuktikan, bahwa kepuasan bukan semata-mata diperoleh karena ketampanan atau kecantikan, muda, besar ataupun panjangnya ukuran, tetapi lebih kepada wawasan, kecerdasan, sikap toleransi untuk tidak egois, selera dan kepekaan, daya imajinasi, kreatifitas dan kemauan yang serius. Aku ingin berterus terang Mas, kalau saja aku diberikan kesempatan, aku selalu siap menolongmu.
*****
Segarnya air panas. Aku membersihkan semua sisa-sisa persetubuhanku tadi. Lendir mani dalam vaginaku belum sepenuhnya bersih, walaupun Pak Anggoro sudah menyedotnya tadi. Dengan kimono lembut yang tersedia untuk sepasang tamu kamar mewah itu, aku keluar dari kamar mandi. Pak Anggoro sudah bangun, sedang duduk setengah telanjang di sofa. Lagi-lagi aku tetap tergetar menyaksikan bulu-bulu dadanya itu. Mungkin karena baru kali ini aku mendapatkan dan merasakan nikmat birahiku pada saat tersentuh bulu-bulu itu. Pak Anggoro bangkit untuk mandi setelah sebelumnya dia menelepon room service untuk menghidangkan makan malam yang menunya telah dia pesan bersamaan dengan kedatangannya sore tadi.
Artikel Terkait
Aku mengeringkan rambutku. Beberapa saat setelah kami mandi dan sama-sama memakai kimono lembut hotel ini, terdengar bel pintu yang lembut. Pak Anggoro membukanya. Dia persilakan para pelayan menyiapkan perjamuan malam di ruang yang tersedia. Aku beranjak ke beranda menyaksikan lampu-lampu Jakarta. Aku tidak ingin bertemu dengan orang lain. Siapa tahu saja di antara mereka ada yang mengenalku. Sekitar 10 menit kemudian Pak Anggoro menjemput dan menggandengku menuju perjamuannya. Wah, kulihat kemewahan Resto Grand Hyatt pindah ke ruang kamar mewah Pak Anggoro. Dengan lampu ruang yang cahayanya difus (buram temaram), nampak lilin-lilin di meja perjamuan menjadi sedemikian romantisnya. Aku sepintas ingat kemewahan suasana makan di kapal Titanic yang tenggelam itu. Wajib baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...